Di Jepang, telur ada masa kedaluwarsanya!!

Setelah sekian tahun tinggal di Jepang, aku tidak pernah mempermasalahkan masa kedaluwarsa yang tertera di kemasan telur. Karena kan, di Indonesia selama ini, aku itu kayak “Asal ga busuk, bisa di makan”. Akan tetapi, setelah menikah dengan orang Jepang yang strik masalah tanggal kedaluwarsa, akhirnya aku kepikiran, “Seriusan ga bisa di makan?” dan di bawah ini adalah hasil analasis aku mengenai tanggal kedaluwarsa pada telur beserta pendapat dari para ahli.

Sebenarnya artinya apa??

Di Jepang ada 2 macam kedarluwarsa, yaitu Limit untuk mendapatkan rasa yang sama saat pertama kali di buat (賞味期限) dan limit untuk suatu barang bisa di makan atau tidak (消費期限). Pada kemasan telur, yang tertulis adalah 「賞味期限」sehingga bisa di pastikan bahwa tanggal tersebut bukan menunjukkan bahwa telur tersebut tidak bisa di makan lagi.

Selanjutnya, aku bertanya-tanya, kalau gitu buat apa ada tanggal tersebut?
Akhirnya aku berpikir tentang kebiasaan orang Jepang makan telur mentah. Entah di atas nasi panas dan di taburi soyu (卵かけごはん)atau sebagai pendamping makan daging (Sukiyaki). Dan mengambil kesimpulan “Jangan-jangan tanggal itu menunjukkan limit telur bisa di makan mentah”.

Awalnya suami aku tidak percaya dengan analisa ini. Tapi setelah membaca penjelasan dari asosiasi pedagang telur di Jepang, bahwa tanggal tersebut adalah 2 minggu setelah ayam bertelur, yaitu hingga tanggal yang tertera, telur mentah bisa dinikmati secara enak.

Tapi sayang sekali…

Tidak banyak orang Jepang yang mengerti ini dan berpikir ‘lebih baik mencegah dari pada mengobati‘. Jadi, kebanyakan telur yang sudah lewat masa kedarluwarsanya akan di buang dan menjadi food loss. Padahal, apabila di simpan dalam kulkas, telur ini bisa bertahan hingga 5 minggu. Well, atau seperti di Indonesia, hingga telurnya busuk hehehe


Kalau aku sendiri, hingga saat ini, masih menganut kepercayaan “kalau bentukannya masih bagus, entah itu sayur atau telur, yaaa masih bisa di makan”. Kalau kalian bagaimana?

Salam,
Queen-Bee


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s