Menikah dengan orang Jepang di Indonesia (part 1)

Tulisan ini saya buat dari saat saya masih mencari persyaratan nikah dengan orang Jepang hingga Hari-H (semoga ga lupa).
Well, Biar tidak lupa, saya tulis secara berkala ^^
Silakan di baca dulu part 1 nya. Perjuangan mendapatkan syarat-syarat nikah haha

Yups, seperti judulnya, di tahun 2019 ini saya memutuskan untuk menikah dengan orang pilihan saya. Akan tetapi karena kurangnya informasi maupun via web KUA indonesia, saya mengalami kesulitan untuk memenuhi persyaratan menikah dengan orang jepang.

Karena bingung, kami tidak mempersiapkan berkas apa-apa dari Jepang (untuk calon). Dan, terbanglah doi kerumah saya (perjalanan 9,5 jam pesawat yg transit di jakarta, naik mobil 3 jam) untuk memohon restu (yang Alhamdulillah diterima).

Masalahnya, ga nyangka bakal disuruh segera nikah, jadi langsung kalang kabut untuk memenuhi syarat pernikahan >_<
(Mungkin biar kami ga bolak balik Jepang – Indonesia kali yaaa..)

Karena bingung, saya langsung mendatangi KUA Bontang (sesuai alamat KTP) dan saya diberi lihat contoh pasangan Indonesia-Jepang yang juga akan melangsungkan pernikahan. Berikut ini syarat yg diberikan:

Warga Negara Indonesia :
– Surat N1-N4 dari kelurahan
– Test Kesehatan dari Puskesmas dan imunisasi TT
– Foto kopi KTP calon pengantin
– Foto kopi KTP ortu pengantin
– Foto kopi Kartu Keluarga
– Foto kopi akte kelahiran / ijazah
– Pas foto 2×3 3 lembar, 3×4 3 lembar, 4×6 1lembar

Warga Negara Jepang:
– Surat keterangan belum menikah dan bisa menikah (kalau katanya seperti Terjemahan Surat keterangan belum menikah dan Terjemahan Kartu keluarga) <– dapatnya di Kedubes Jepang di Jakarta
– Foto kopi paspor pengantin
– Foto kopo paspor Ortu pengantin
– Pas foto 2×3 3 lembar, 3×4 3 lembar, 4×6 1lembar
– Surat keterangan mualaf (bagi yang bukan muslim)

Sekilas, syarat-syarat itu tidak memberatkan. Akan tetapi, pertanyaan muncul saat waktu dan jarak memisahkan (sok puitis haha).

1. Surat N1-N4 itu apa??
    Supaya aman, sebaiknya datang ke Kelurahan dulu setelah ke KUA. Baru pergi untuk cari syarat-syaratnya.
Intinya, N1-N4 itu adalah Surat Keterangan untuk menikah, surat keterangan asal-usul, surat pembetulan mempelai, dan surat keterangan tentang orang tua yang di sah kan kelurahan. Nah, cara dapatnya apakah langsung ke kelurahan?? TIDAK!
Awalnya, harus ke RT untuk minta Surat Keterangan Asal Usul dari RT/Kepala Desa. Karena ketua RT aku adalah sepupu sendiri, jadi prosesnya ga susah. menurut sharing teman-teman, ditempat lain ada banyak calon yang di persulit dan akhirnya pakai calo nikah T_T
Setelah dapat Surat dari RT, langsung ke Kelurahan untuk dapat N1-N4 dengan membawa 3 bibit pohon buah (berbeda disetiap kelurahan). Plus, minta surat pengantar untuk tes kesehatan dan suntik imunisasi di puskesmas.

2. Tes Kesehatan dan imunisasi
Tes kesehatan ini meliputi tes darah macam-macam, BB, TB, tekanan darah, dan tes kehamilan untuk perempuan. Oiya, si Cowok jepangnya duduk manis aja ngikut dari belakang.
Imunisasi TT ini cuma untuk mempelai wanita. si Pria ga perlu imunisasi katanya. Dan imunisasi ini membuat tanganku bengkak kyk habis ngangkat barbel 50 kg -_-

Tips: Datang dari jam 8 pagi biar selesainya jam 10-an dan biar ga dimarahi sama petugas yang dah mau istirahat siang. Saya datang jam 9:45 tp si kasir udah suruh saya pulang aja begitu mau registrasi dengan alasan udah siang -_-” memang sih akhirnya selesai jam 11:30, tapi kan istirahat siang baru jam 12:00 T_T (Cobaan calon pengantin hiks)

3. Perlu Foto berdampingan?
Saya ga begitu ngerti dengan syarat ini. Dari pihak puskesmas menyuruh saya foto damping, tp dari KUA tidak ada tulisannya begitu. Tapi untuk jaga-jaga, saya foto damping aja dengan latar biru. ukurannya 4×3 dibuat landscape gitu. Jaga-jaga aja, dari pada diminta kan, foto di Jepang bakal mahal banget soalnya -_-

4. Surat keterangan belum menikah Orang Jepang??
Setau saya, di jepang tidak mengeluarkan surat ini. Tapi saya SALAH! dijepang kita bisa request surat ini dengan meminta ke city hall (cuma bs ke city hall tempat 本籍 honseki terdaftar dan harus diminta sendiri atau via pos).
Jadi 自分証明書dicoret diganti 独身証明書. Siapkan 2 lembar aja (seharga 200 yen/lembar), takut ntr diminta kan ya susah. Ternyata orang jepang juga suka meminta surat ini untuk mendaftar dating site (atau makcomblang site) gitu.

5. Kartu Keluarga Orang Jepang
Nah ini juga ga pernah tahu, karena keterbatasan pengetahuan hahaha.
Ternyata ini namanya 戸籍謄本 koseki tohon. Diambilnya bisa oleh siapa aja dalam keluarga, tp tetap harus di ambil di tempat honseki terdaftar. Minta 2 lembar aja, kalau minta 3 biasanya ditanya macam2 -_-

*) Kiri Legalisasi dari Notaris dan Menlu Jepang.
Kanan legalisasi dari KBRI Tokyo

dan NEGARA API Menyerang!!
Kalau menurut contoh dari KUA, yang mengeluarkan surat belum menikah itu adalah Kedutaan Jepang di Indonesia (婚姻要件具備証明書) dengan membawa KK asli Jepang dan identitas Calon Pria nya. Tapi apa daya, pas ke Indonesia ga bawa KK dari jepang, jadi lah hectic banget huhuhu.
Searching sana sini, ga ada kejelasan. Akhirnya tlp Kedutaan jepang. Mereka menjelaskan bahwa permohonan legalisir bs lewat fax dr jepang, tapi pengambilan sertifikat ini HARUS oleh si cowok nya langsung!! Apa ga pusing ini kepala (huuuaaaa bisa ga jadi nikah ini).
Setelah menjelaskan keadaan yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Indonesia lagi sebelum H-7 nikah, orang kedutaan memberi solusi untuk dapat legalisir dari KBRI Tokyo, karena ada beberapa contoh yang seperti itu, tp tetap tergantung oleh KUA, memperbolehkan atau tidak. “Plis KUA Plis bolehin yaaa” <– Doa ga henti-henti.
Trus telp KBRI tokyo dan mereka mw legalisir terjemahannya (official document legalisasi). Tlp KUA, ga nyambung-nyambung ga ada yang angkat, akhirnya minta kakak buat datangi KUA dan ternyata BOLEH!!! Karena syaratnya hanyalah terjemahannya di sahkan. huuuaaa Alhamdulillah…
(Semoga benar-benar lancar ya…)

6. Terjemahannya gimana??
Ini boleh di terjemahkan siapa saja. Yang paling penting adalah disetujui oleh Kedutaan. Nah buat aku, aku sendiri yang terjemahkan dan minta legalisir dari Notaris Jepang -> Menlu Jepang -> KBRI Tokyo (Jalurnya jadi ribet karena merupakan official document).
Di tokyo, aku pilih yang one stop service notaris, jadi ga usah ke Menlu lagi. Biayanya dimana-mana sama ¥11,500 / pengesahan. Trus kirim ke KBRI Tokyo pakai letter pack, biayanya ¥2,800 yen / pengesahan.

To be continue...
Sekarang berkas-berkas udah di kirim ke Indonesia, semoga lancar...
Doakan yaa teman-teman T_T

7 respons untuk ‘Menikah dengan orang Jepang di Indonesia (part 1)

  1. selamat siang mba
    saya mau tanya. saya sudah menikah dg orang jepang thn 2015 dan sudah mendaftarkannya di KJRI tapi belum mendaftarkan di KUA INDONESIA. apakah syaratnya sama dengan yg akan menikah?

    1. Selamat siang mba.
      Menikah di KJRI dan mendapat buku nikah? kalau sudah dapat, tidak perlu lagi mendaftarkan diri di KUA Indonesia. Akan tetapi tetap harus lapor di catatan sipil Indonesia (agar dilindungi hukum Indonesia). Kalau peraturan nya maksimal 1 bulan setelah tiba di Indonesia (dibuktikan oleh cap di paspor)

      –> Lapor kebagian “loket pembuatan akta nikah”

      Syaratnya:
      – Surat Keterangan Menikah dari KBRI Praha;
      – Salinan akte lahir suami dan istri;
      – Salinan KTP dan Kartu Keluarga;
      – Salinan paspor suami;
      – Pasfoto berdampingan ukuran 4×6 dengan latar belakang merah sebanyak 3 lembar (ini berbeda menurut wilayah, di tempat saya ga perlu dampingan)

      FYI, kalau saya, kebalikannya. setelah menikah di Indonesia, saya harus lapor ke city hall jepang maksimal 3 bulan. Bawa surat nikah yang diterjemahkan sendiri, dan isi blanko nikah. (info ini didapat setelah tlp city hall langsung)

      Semoga bermanfaat dan cmiiw ^^

      1. Halo dan salam kenal😃
        Saya ingin tanya mengenai test kesehatan, Kak. Saya berdomisili di Tokyo dan saya tidak bisa balik ke Indonesia untuk saat ini. Apakah saya bisa ambil tes kesehatannya di Jepang ? Terima kasih.

      2. salam kenal Mii.
        Setau saya dari info pengalaman teman-teman yang pulang ke Indonesia, bisa ambil tes kesehatan (health certificate) di jepang dengan 2 jenis. Bedanya PCR test nya di Indonesia atau di Jepang. HC ditulis dalam bahasa inggris dan disah kan max 7 hari sebelum masuk indonesia. Kalau di Tokyo, mungkin Mii bisa ke Clinic For di Tamachi/Shinbashi/Itabashi yang english friendly.
        Semoga info ini bermanfaat ^^

  2. Siang mba aku mau tny, rencana mau nikah di jkt . Calon msh ada dijpng . Langkah awAl apa ya mba yg aku lakuin dulu.

    1. Cari tau dulu, apakah :
      – Calon bs ke Indonesia untuk ambil surat pengantar nikah di Kedubes Jepang untuk daftar nikah?
      kalau tidak bisa, berarti bs mengikuti cara saya, yaitu mentranslate surat2 lajang dll dalam bahasa indonesia, sahkan di notaris jepang, dan kirim ke Indonesia.

      Semoga bisa membantu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s